Gelar kebangsawanan Banjar

Lompat ke: navigasi, cari

Gelar kebangsawanan di Indonesia pada umumnya diberikan kepada masyarakat keraton dan orang-orang di luar keraton yang dianggap berjasa kepada keraton. Seorang raja di Kesultanan Banjar dan pecahannya yaitu kerajaan Kotawaringin dan Kerajaan Tanah Bumbu biasanya memiliki beberapa orang istri / selir (Nyai) dan seorang permaisuri (Ratu Sultan). Dari beberapa istrinya inilah raja tersebut memperoleh banyak anak lelaki dan perempuan dimana salah satu anak lelakinya akan meneruskan tahtanya dan diberi gelar Pangeran Ratu. Sistem pergantian kekuasaan yang diterapkan biasanya adalah primogenitur lelaki (bahasa Inggris: male primogeniture) dimana anak lelaki tertua dari permaisuri berada di urutan teratas disusul kemudian oleh anak lelaki permaisuri lainnya dan setelah itu anak lelaki para selir.

Gelar Kesultanan Banjar

Gelar yang dipakai di Kesultanan Banjar

  • Kepala Negara: Sri Paduka yang di Pertuan, (nama Sultan) Sultan Banjarmasin.[1]
  • Kepala Pemerintahan: Paduka Pangeran (nama Mangkubumi) yang memegang parintah di dalam negeri Banjarmasin.[1][2][3]
  • Kepala Pemerintahan: Pangeran Ratu Anum[4][5]
  • Isteri Permaisuri Sultan dari bangsawan/gahara: Ratu Sultan/Ratu Ibu[6]
  • Isteri Permaisuri dari bukan bangsawan: Nyai Ratu
  • Isteri Sultan dari bangsawan/gahara lainnya: Ratu
  • Isteri Sultan dari bukan bangsawan lainnya: Nyai
  • Pewaris tahta Kesultanan (putera mahkota): Sultan Muda
  • Isteri utama Sultan Muda dari bangsawan: Ratu Sultan Muda
  • Isteri utama Sultan Muda dari bukan bangsawan: Nyai Besar
  • Putera sulung dari permaisuri (calon Sultan Muda): Pangeran Dipati Tuha/Pangeran Ratu
  • Putera kedua dari permaisuri (calon mangkubumi): Pangeran Dipati Anum/Pangeran Ratu Anum
  • Putera lainnya yang menjabat adipati: Pangeran Adipati/Pangeran Dipati
  • Pangeran yang mewakili Sultan: Raja Muda
  • Cucu/cicit (warit raja) lelaki ketika masih muda: Gusti; ketika sudah dewasa/dinikahkan: Pangeran
  • Keturunan lelaki setelah generasi keempat lain dari garis pria: Gusti; ketika sudah dewasa/dinikahkan: Gusti
  • Anak perempuan dari permaisuri/selir ketika belum dinikahkan: Putri
  • Anak perempuan dari permaisuri/selir ketika sudah dinikahkan: Ratu diikuti (nama suami)
  • Anak perempuan dari permaisuri/selir ketika sudah dinikahkan dengan bangsawan Arab: Ratu Syarif[7]
  • Pria bangsawan Arab yang menikah dengan Puteri Sultan (atau mangkubumi): Pangeran Syarif[7]
  • Anak lelaki dari Ratu Syarif: Pangeran Syarif[7]
  • Anak perempuan dari Ratu Syarif: Syarifah Puteri[7]
  • Pria bukan bangsawan yang menikah dengan Puteri Sultan (atau mangkubumi): Raden
  • Keturunan dari garis perempuan (Gusti) yang menikah dengan kalangan bukan bangsawan: Antung
  • Keturunan lelaki/perempuan garis pria dari bangsawan bekas Kerajaan Negara Daha atau negara bawahan Banjar: Andin
  • Keturunan lelaki dari saudara-saudara Ampu Jatmaka, pendiri Kerajaan Negara Dipa: Nanang (Hikayat Banjar)
  • Keturunan lelaki dari Adipati Banua Lima/Anak cucu orang sepuluh-Amuntai: Anang/Nanang-nanangan Raja.[8]
  • Keturunan perempuan dari Adipati Banua Lima/Anak cucu orang sepuluh-Amuntai: Aluh/Galuh.
  • Pejabat birokrasi: Kiai/Raden

Gelar Kerajaan Kotawaringin

  • Penguasa Kerajaan: Pangeran Ratu atau Paduka Ratu ......, Pangeran yang bertahta Kerajaan Kotawaringin.[1]
  • Permaisuri Raja dari gahara/bangsawan : Ratu
  • Anak lelaki dan keturunan lelaki: Gusti
  • Anak perempuan: Utin
  • Keturunan dari garis perempuan (Utin) yang menikah dengan kalangan bukan bangsawan: Mas

Gelar Kerajaan (Kepangeranan) Tanah Bumbu

  • Penguasa Kerajaan: Pangeran (lelaki) atau Ratu (wanita)[9]
  • Permaisuri Raja dari gahara/bangsawan : Ratu
  • Anak lelaki dan keturunan lelaki: Gusti
  • Anak perempuan: Gusti

Gelar Kerajaan (Kepangeranan) Pulau Laut

  • Penguasa Kerajaan: Pangeran
  • Permaisuri Raja dari gahara/bangsawan : Putri
  • Anak lelaki dan keturunan lelaki: Gusti
  • Anak perempuan: Gusti

Gelar Kerajaan (Kepangeranan) Sabamban

  • Penguasa Kerajaan: Pangeran Syarif
  • Permaisuri Raja dari gahara/bangsawan : Ratu Syarif
  • Anak lelaki dan keturunan lelaki: Syarif
  • Anak perempuan: Syarifah

Referensi

  1. ^ a b c (Belanda) van Eysinga, Philippus Pieter Roorda (1841). Handboek der land- en volkenkunde, geschiedtaal-, aardrijks- en staatkunde von Nederlandsch Indie 3. Van Bakkenes. p. 175.  Kesalahan pengutipan: Invalid <ref> tag; name "eysinga" defined multiple times with different content
  2. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 8. Lands Drukkery. p. 68. 
  3. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1843). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 16. Lands Drukkery. p. 72. 
  4. ^ (Belanda) J. B. J Van Doren (1860). Bydragen tot de kennis van verschillende overzeesche landen, volken, enz 1. J. D. Sybrandi. p. 239. 
  5. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1844). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 17. Lands Drukkery. p. 71. 
  6. ^ (Indonesia) Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1992). Sejarah nasional Indonesia: Nusantara pada abad ke-18 dan ke-19. PT Balai Pustaka. p. 116. ISBN 9794074101. ISBN 978-979-407-410-7
  7. ^ a b c d (Belanda) (1855)Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde 3. p. 569. 
  8. ^ http://silsilahkayutangi.blogspot.com/p/silsilah-kiai-adipati-singasari-raja.html
  9. ^ Raja perempuan di Tanah Bumbu banyak yang menikah bangsawan Paser yang bergelar Aji sehingga keturunannya juga bergelar Aji
The article is a derivative under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License. A link to the original article can be found here and attribution parties here. By using this site, you agree to the Terms of Use. Gpedia Ⓡ is a registered trademark of the Cyberajah Pty Ltd.