Gpedia:Artikel pilihan

Jump to navigation Jump to search
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Gpedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Gpedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Gpedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 508 artikel pilihan dari 439.909 artikel di Gpedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 866 artikel di Gpedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Gpedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Katherine Wilson Sheppard pada 1905

Katherine Wilson Sheppard adalah tokoh terkemuka dalam gerakan perjuangan hak suara perempuan di Selandia Baru dan pejuang hak suara perempuan paling terkenal di Selandia Baru. Ia bermigrasi ke Selandia Baru bersama keluarganya pada 1868, tempat ia menjadi anggota aktif di berbagai organisasi keagamaan dan sosial, termasuk Woman's Christian Temperance Union (WCTU). Pada 1887, Katherine diangkat menjadi Penilik Nasional WCTU untuk Hak Suara dan Legislasi. Jabatan ini ia manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan perjuangan hak suara perempuan di Selandia Baru. Katherine memperjuangkan pemberian hak suara kepada kaum perempuan dengan jalan mengatur pembuatan dan pengajuan petisi-petisi, menyelenggarakan rapat-rapat umum, menyurati media massa, dan menjalin hubungan dengan para politikus. Katherine adalah penyunting White Ribbon, surat kabar pertama di Selandia Baru yang dikelola oleh kaum perempuan. Melalui keterampilan menulis dan kecakapan berbicara di muka umum, Katherine berhasil menyuarakan perjuangan hak suara perempuan. Surat selebarannya yang berjudul Ten Reasons Why the Women of New Zealand Should Vote [Sepuluh Alasan Wanita Selandia Baru Harus Mengundi] dan Should Women Vote? [Haruskah Wanita Mengundi?] turut berjasa membantu perjuangan hak suara perempuan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Penganiayaan DiokletianusBedidingSabtu Berdarah (foto)


Doa Terakhir Para Martir Kristen, karya Jean-Léon Gérôme (1883)

Penganiayaan Diokletianus adalah penganiayaan atau penindasan terakhir dan yang paling berat terhadap umat Kristen di Kekaisaran Romawi. Pada tahun 303, Kaisar Diokletianus, Maximianus, Galerius, dan Konstantius mengeluarkan serangkaian edik atau dekret yang mencabut hak hukum umat Kristen dan meminta agar mereka mengikuti praktik-praktik keagamaan Romawi tradisional. Edik-edik berikutnya menyasar kaum klerus dan memerintahkan semua penduduk untuk mempersembahkan kurban kepada para dewa Romawi (suatu kebijakan yang dikenal sebagai kurban universal). Penganiayaan ini bervariasi intensitasnya di seluruh kekaisaran—yang teringan di Galia dan Britania, tempat diberlakukannya edik pertama saja, dan yang terberat di provinsi-provinsi Timur. Putra Konstantius, Konstantinus naik takhta kekaisaran pada tahun 306, memulihkan sepenuhnya kesetaraan hukum umat Kristen dan mengembalikan milik mereka yang disita selama masa penganiayaan. Penganiayaan yang telah terjadi gagal menghentikan bangkitnya Gereja. Pada tahun 324, Konstantinus merupakan penguasa tunggal kekaisaran dan Kekristenan telah menjadi agama favoritnya. Meskipun penganiayaan mengakibatkan kematian, penyiksaan, pemenjaraan, ataupun dislokasi bagi banyak umat Kristen, sebagian besar umat Kristen di dalam kekaisaran terhindar dari hukuman. Namun penganiayaan menyebabkan banyak gereja terbagi antara mereka yang mematuhi otoritas kekaisaran (traditores, "pengkhianat"), dan mereka yang tetap "murni". Para sejarawan modern berupaya untuk memastikan apakah sumber-sumber Kristen membesar-besarkan ruang lingkup penganiayaan Diokletianus. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: BedidingSabtu Berdarah (foto)Sejarah Haji

Bendera Uni Eropa

Kebijakan terkait penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan nirrelugasi di Uni Eropa adalah kebijakan-kebijakan Uni Eropa (UE) terkait upaya mereka dalam melawan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan nirregulasi (illegal, unreported and unregulated/IUU fishing). Regulasi Dewan (EC) No. 1005/2008 tanggal 29 September 2008 merupakan instrumen hukum utama UE dalam melawan penangkapan ikan IUU secara global. Komponen inti Regulasi IUU antara lain skema sertifikasi penangkapan ikan, pemberian kartu peringatan (carding dan listing) dan penerapan sanksi-sanksi oleh negara anggota. Regulasi IUU berlaku untuk semua penambatan maupun pengiriman kapal-kapal penangkap ikan UE dan negara ketiga di pelabuhan UE, serta seluruh perdagangan produk perikanan laut ke dan dari UE. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada produk perikanan yang ditangkap secara ilegal dijual di pasar UE. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Katherine Wilson SheppardPenganiayaan DiokletianusBediding

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula

The article is a derivative under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License. A link to the original article can be found here and attribution parties here. By using this site, you agree to the Terms of Use. Gpedia Ⓡ is a registered trademark of the Cyberajah Pty Ltd.