Gpedia:Bak pasir

Jump to navigation Jump to search

Templat:Infobox Bak Pasir

Persatuan Sepak Bola Lumajang (disingkat PS Lumajang) merupakan klub Sepak Bola yang berbasis di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia. PS Lumajang berdiri pada tahun 1982 sebagai Loemadjang Voetbal Bond

Stadion PS Lumajang bernama Stadion Mahameru yang berkapasitas 10.000 orang.

Prosesi Upacara

Prosesi upacara ini dikerjakan oleh Pengin disebut dewa belian laki dengan melakukan sawai tiga tahapan :

Tahap pertama

Gitu A Yo Biasa ae seh ya jujur bagiku.

Tahap kedua

Tahap kedua pengin melakukan memang wahana yang digunakan dengan mengoyak rendu (puhun ara) dialoknya setengah bersair tahap ini disebut panca pandawa ditingkatan Ramiang guna memberitahukan bahwa acara akan dimulai maka pada kemumulan dan kejuntaian serta pengalasan di empat penjuru alam agar dapat hadir dan menyaksikan upacara raja bepelas raga (dibersihkan jiwanya).

Tahapan ketiga

Tahapan ketiga pengin dibantu dewa belian bini melantunkan dondang yang diiringi paluan musik kenongan sapta pandawa (Pandawa tujuh), dondang adalah sair lagu yang digunakan sebagai sarana pengantar antara alam gaib dan nyata untuk memberitahukan maksud dan tujuan pada kemumulan dan kejuntaian serta pengalasan di empat penjuru alam bahwa yang di muliakan dan yang didudukan dan dinaikan keayunan Burung Sakti ini adalah si pulan yang membawa perentah dalam mengayomi masyarakatnya inilah tingkatan yang paling tinggi disebut tingkat remukun, adalah saat-saat pertemuan antara manusia dibumi dan kejuntaian dialam gaib agar diberkati dalam menjalankan kewajibannya sebagai pemimpin.

Dalam hal ini Maharaja di adalah peran yang dimuliakan, maka dewa belian bini dan laki serta pengingun sebagai pelaksana pekerjaan ini haruslah memikiki jiwa yang bersih dan tidak salah dalam pekerjaannya.

Diarena upacara ini dibuat bangunan dan disaranai dengan Ayun berbentuk burung dari kayu pelai dan dihiasi jambaan dari daun kelapa dan aren. Sedangkan para dayang pangkon dalam membawa peralatan seperti tempong tawar, sangga bokor peludahan dan penginangan, serta lilin dan beras kuning. Sebelumnya ditarikan sebuah tarian sacral Dewa Pesiang Telok Rantauan yang dimaksudkan guna membuat jalan menuju kebenaran dan memudahkan para tamu yang diundang tidak mendapatkan rintangan yang dilakukan 7 orang pangeran Sri Kanjar Laki.

Sedangkan untuk menutup acara ini dilakukan sebuah tari selendang ayu ranggapan yang dilakukan oleh 7 putri Kanjar Bini terdiri dari gadis yang akan mengajak para tamu agar turut dalam bersuka ria pada acara ini maka dilakukan dengan jamuk pupur basah sebagai tanda canda dan tawa dalam kemesraan upacara ini. Demikianlah upacara pelas raga yang ditujukan untuk kemulian dan ketulusan hati kita dalam membawa daerah yang kita cintai mencapai tujuan dalam menga.

The article is a derivative under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License. A link to the original article can be found here and attribution parties here. By using this site, you agree to the Terms of Use. Gpedia Ⓡ is a registered trademark of the Cyberajah Pty Ltd.