Gpedia:Artikel pilihan

Lompat ke: navigasi, cari
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Gpedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Gpedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Gpedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 410 artikel pilihan dari 412.119 artikel di Gpedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.005 artikel di Gpedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Gpedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Ngô Đình Diệm

Referendum Negara Vietnam yang diadakan pada 23 Oktober 1955 menentukan masa depan bentuk pemerintahan dari Negara Vietnam, negara yang akhirnya akan menjadi Republik Vietnam (secara luas dikenal sebagai Vietnam Selatan). Referendum ini diperebutkan oleh Perdana Menteri Ngô Đình Diệm (gambar), yang mengajukan bentuk republik, dan bekas kaisar Bảo Đại. Di ibu kota, Saigon, Diệm mendapatkan lebih dari 600,000 suara, meskipun hanya ada 450,000 orang yang menjadi daftar pemilih. Dia mengumpulkan perhitungan melampaui 90% dari pemilih yang terdaftar, bahkan di kawasan pedalaman yang kelompok oposisi mencegah pemungutan suara. Referendum ini merupakan fase terakhir dalam perebutan kekuasaan antara Bảo Đại dan perdana menterinya. Pada masa menjelang pemungutan suara, kampanye untuk Bảo Đại dilarang, sementara kampanye Diệm berfokus pada serangan personal terhadap Bảo Đại. Ini termasuk kartun pornografi dari kepala negara itu dan rumor yang menyebutkan bahwa kekuasaan dia tidak sah dan penghubungan dia terhadap beberapa gundik. Media yang dikuasai pemerintah melancarkan serangan polemik kepada Bảo Đại, dan polisi dari pintu ke pintu mengingatkan masyarakat akan konsekuensi jika tidak mau memilih. Setelah saudaranya Ngô Đình Nhu dengan sukses mencurangi pemungutan suara, Diệm mengumumkan dia sebagai presiden dari negara yang baru dibuat Republik Vietnam. (Selengkapnya...)


Slow Loris.jpg

Kukang kayan adalah primata strepsirrhini dan spesies kukang yang hidup di dataran tinggi Kalimantan bagian utara dan tengah. Spesies ini awalnya dianggap sebagai bagian dari populasi kukang borneo (N. menagensis) hingga tahun 2013, namun riset yang dilakukan terhadap spesimen museum menunjukkan bahwa wajah kedua spesies ini berbeda, yang membantu megidentifikasi kedua spesies kukang tersebut. Perbedaan ini antara lain tampak pada tingginya kontras warna gelap dan terang pada wajah serta bentuk dan lebar pola garis wajah. Spesies ini dinamai berdasarkan Sungai Kayan, yang mengalir melintasi habitat aslinya di Kalimantan. Seperti halnya kukang lain, spesies arboreal dan nokturnal ini umumnya memakan serangga, getah pohon, nektar, dan buah-buahan, serta memiliki gigitan beracun, kemampuan unik yang membedakannya dari primata lainnya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Insiden Muhammad al-DurrahAbdul Karim (Sang Munsyi)Sarawak

Norodom Sihanouk

Norodom Sihanouk adalah Raja Kamboja dari 1941 sampai 1955 dan kembali dari 1993 sampai 2004. Sihanouk menjadi raja pada 1941. Setelah Perang Dunia Kedua, ia berkampanye untuk kemerdekaan Kamboja dari penjajahan Perancis , yang dilakukan pada 1953. Pada 1955, Sihanouk turun tahta dan menyerahkan jabatan tersebut kepada ayahnya Norodom Suramarit, dan membentuk organisasi politik Sangkum. Setelah ayahnya meninggal pada 1960, Sihanouk memperkenalkan sebuah amandemen konstitusi yang membuatnya menjadi Kepala Negara Kamboja, sebuah jabatan yang ia pegang sampai 1970. Pada Maret 1970, Sihanouk dilengserkan oleh Lon Nol dan Sisowath Sirik Matak, dalam rangka pembentukan Republik Khmer. Setelah Khmer Merah menang, sebuah pemerintahan baru, Kamboja Demokratik, dibentuk. Kemudian, Sihanouk kembali ke Kamboja dan menjadi kepala negaranya. Pada 1976, Sihanouk turun dari jabatannya, yang berujung pada penahanan rumahnya. Pada Juni 1993, Sihanouk kembali diangkat menjadi Kepala Negara Kamboja, dan pada September 1993 dilantik menjadi raja. Pada 2004, Sihanouk turun tahta lagi dan menyerahkan jabatan tersebut kepada putranya, Norodom Sihamoni, yang menggantikannya sebagai raja. Ia dikenal sebagai ayah raja sampai kematiannya pada 2012. Sihanouk menjalani karier artistik sepanjang masa hidupnya, dan menulis sejumlah komposisi musikal. Ia memproduksi 50 film antara 1966 dan 2006, yang juga ia bintangi dan sutradarai. (Selengkapnya...)

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula

The article is a derivative under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License. A link to the original article can be found here and attribution parties here. By using this site, you agree to the Terms of Use. Gpedia Ⓡ is a registered trademark of the Cyberajah Pty Ltd.