Gpedia:Artikel pilihan

Lompat ke: navigasi, cari
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi Pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Gpedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Gpedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Gpedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 384 artikel pilihan dari 403.021 artikel di Gpedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.050 artikel di Gpedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Gpedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

"Preste" sebagai Kaisar Ethiopia, menduduki tahta di atas sebuah peta Afrika Timur dalam sebuah atlas yang diberikan Portugis kepada Ratu Maria, 1558. (British Library)

Prester Yohanes adalah seorang raja dan patriark Kristen legendaris dalam tradisi dan kronik-kronik Eropa dari abad ke-12 sampai ke-17. Ia dikatakan memerintah sebuah negara Kristen Nestorian (Gereja dari Timur) yang menghilang di tengah-tengah kaum Muslim dan pagan di Timur. Catatan tersebut merupakan kumpulan kisah fantasi populer abad pertengahan, yang menyebut Prester Yohanes sebagai keturunan dari Tiga Orang Majus, memerintah sebuah kerajaan yang dipenuhi kekayaan, keajaiban, dan makhluk-makhluk aneh. Mula-mula, Prester Yohanes dikisahkan tinggal di India; kisah-kisah keberhasilan penginjilan Kristen Nestorian di sana dan perjalanan Rasul Tomas di anak benua tersebut diyakini menanamkan benih awal legenda tersebut. Setelah kedatangan bangsa Mongol ke dunia Barat, berbagai catatan menyatakan bahwa raja tersebut berada di Asia Tengah, dan kemudian para penjelajah Portugis menyatakan bahwa mereka menemukannya di Ethiopia. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Penaklukan Surabaya oleh MataramMasakan IsraelMasjidil Haram


Sultan Agung, raja Mataram selama penaklukan

Penaklukan Surabaya oleh Mataram adalah kampanye militer oleh Kesultanan Mataram pada awal abad ke-17 yang mengakibatkan penaklukan Kadipaten Surabaya dan sekutunya di timur Jawa, sekarang Indonesia. Sebelum penaklukan ini, Mataram dan Surabaya adalah dua kerajaan yang bersaing merebut kekuasaan di Jawa tengah dan timur. Perang ini dimulai pada tahun 1614 ketika Mataram, di bawah kepemimpinan Sultan Agung (gambar), menyerang sekutu-sekutu Surabaya, termasuk Wirasaba. Surabaya dan sekutunya meluncurkan serangan balik tapi dikalahkan dekat Pajang pada tahun 1616. Selama beberapa tahun berikutnya, Mataram secara bertahap menaklukkan anggota- anggota aliansi Surabaya, dan pada tahun 1620, kota Surabaya itu sendiri berada di bawah pengepungan, bertahan sampai menyerah pada tahun 1625. Dengan penaklukan ini, Mataram menyatukan Jawa Tengah dan Jawa Timur di bawah penguasaannya, dan memperkokoh posisinya sebagai kekuatan dominan di Jawa. Surabaya dan daerah-daerah sekitarnya yang ditaklukkan akan tetap berada di tangan Mataram sampai diserahkan ke Perusahaan Hindia Timur Belanda pada 1743. (Selengkapnya...)

Akses masuk ke Pertapaan Santa Maria Rawaseneng

Pertapaan Santa Maria Rawaseneng adalah suatu kompleks biara para rahib Katolik dari Ordo Trapis (O.C.S.O.) yang terletak di Desa Ngemplak, Kandangan, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pertapaan ini didirikan secara resmi pada tanggal 1 April 1953 sebagai biara cabang dari Biara Koningshoeven di Tilburg, Belanda. Selain biara sebagai tempat tinggal para rahib, di dalam kompleks pertapaan juga terdapat gereja, taman doa, wisma retret, perkebunan kopi dan peternakan sapi perah beserta industri-industri pengolahannya. Tidak jauh dari kompleks pertapaan, terletak Gereja Santa Maria dan Yoseph sebagai pusat Paroki Rawaseneng, dan TK-SD Fatima Rawaseneng yang dikelola oleh para suster Dominikan. Sebagaimana para rahib dalam biara Trapis lainnya, rahib-rahib yang menghuni Pertapaan Rawaseneng menjalani hidup dengan misi doa dan kerja tangan. Hasil pekerjaan tangan di perkebunan kopi, peternakan sapi perah, dan industri roti/kue menjadi sumber nafkah utama para rahib di Pertapaan Rawaseneng, sehingga mereka tidak hidup dengan mengandalkan sumbangan umat. (Selengkapnya...)

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula

The article is a derivative under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License. A link to the original article can be found here and attribution parties here. By using this site, you agree to the Terms of Use. Gpedia Ⓡ is a registered trademark of the Cyberajah Pty Ltd.