Raichu

Raichu
Tokoh Pokémon
Karya seni Raichu buatan Ken Sugimori
Permainan
perdana
Pokémon Red dan Blue (1996)
PenciptaAtsuko Nishida[1]
Didesain
oleh
Atsuko Nishida[1]
Ken Sugimori (finalisasi)[2]
Pengisi suara
Beragam
Informasi
SpesiesPokémon
JenisElectric
Electric/Psychic (Alolan)

Raichu (/ˈr/ simak; Jepang: ライチュウ, Hepburn: Raichū) adalah sebuah spesies Pokémon dalam seri media Pokémon di Nintendo dan Game Freak, dan bentuk evolusi dari Pikachu. Pertama kali diperkenalkan dalam permainan video Pokémon Red dan Blue, karakter ini diciptakan oleh Atsuko Nishida atas permintaan dari perancang utama Ken Sugimori, dengan rancangan dari karakter ini juga difinalisasi oleh Sugimori. Sejak pertama kali diperkenalkan, karakter ini telah muncul dalam sejumlah permainan, termasuk Pokémon Go dan Pokémon Trading Card Game, serta dalam berbagai pernak-pernik. Dalam media yang terkait dengan seri Pokémon, Raichu diisi suaranya oleh sejumlah pengisi suara, termasuk Kei Shindō, Fumiko Takekuma, dan Casey Mongillo.

Diklasifikasikan sebagai Pokémon jenis Electric, Raichu adalah seekor tikus besar berwarna jingga yang memiliki ekor berbentuk petir, dan bulatan kuning di pipinya yang dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Dirancang untuk menjadi versi yang lebih kuat dari Pikachu, yang berevolusi menjadi Raichu melalui penggunaan item "Batu Petir", Raichu awalnya juga dirancang untuk dapat berevolusi menjadi 'Gorochu', tetapi rancangan tersebut kemudian dibatalkan. Sebuah varian regional dari Raichu lalu ditambahkan dalam Pokémon Sun dan Moon dengan nama Alolan Raichu. Dengan rancangan yang lebih halus serta telinga dan ekor yang bulat, Alolan Raichu dapat terbang dengan menaiki ekornya seperti papan seluncur dan diklasifikasikan sebagai Pokémon jenis Electric dan Psychic sekaligus.

Meskipun reaksi awal dari pers terhadap karakter ini cenderung negatif, karena status Pikachu sebagai maskot utama, reaksi berikutnya cenderung lebih positif, dengan memuji rancangan dari karakter ini. Karena sering ditampilkan sebagai rival dari Pikachu dalam adaptasi anime, dan dalam sejumlah permainan, Pikachu enggan untuk berevolusi menjadi karakter ini, para kritikus pun mengklaim Game Freak menampilkan spesies ini secara negatif dan secara umum merusak daya tariknya. Hal tersebut pun mengarah pada diskusi lebih lanjut mengenai penekanan berlebihan dari Game Freak terhadap Pikachu, serta berbagai interpretasi terhadap tema dalam rivalitas tersebut, termasuk konsep identitas diri dan penggambaran kaum muda dalam media anime.

Konsepsi dan pengembangan

Raichu adalah sebuah spesies dari makhluk fiksi bernama Pokémon yang diciptakan untuk seri media Pokémon. Dikembangkan oleh Game Freak dan dipublikasikan oleh Nintendo, seri tersebut dimulai pada tahun 1996 dengan permainan video Pokémon Red dan Green untuk Game Boy, yang kemudian dirilis di Amerika Utara dengan nama Pokémon Red dan Blue pada tahun 1998.[6] Dalam permainan tersebut dan sekuel-sekuelnya, pemain berperan sebagai Pelatih yang memiliki tujuan untuk menangkap dan menggunakan kemampuan khusus dari makhluk tersebut untuk melawan Pokémon lainnya. Sejumlah Pokémon dapat berubah menjadi spesies yang lebih kuat melalui proses yang disebut sebagai evolusi melalui berbagai cara, seperti mendapatkan item khusus.[7] Setiap Pokémon memiliki satu atau dua jenis unsur, yang mendefinisikan keunggulan dan kelemahannya saat bertarung melawan Pokémon lainnya.[8] Tujuan utama dalam setiap permainan adalah menyelesaikan Pokédex, sebuah ensiklopedia Pokémon komprehensif, dengan menangkap, mengevolusi, dan berdagang dengan Pelatih lainnya untuk mendapatkan individual dari seluruh spesies Pokémon.[7]

Saat mengembangkan Red dan Blue, perancang utama Ken Sugimori merasa bahwa permainan tersebut membutuhkan Pokémon yang lebih "imut", tetapi ia kesulitan untuk mewujudkannya. Merasa bahwa kesulitan tersebut adalah karena ia hanya memiliki sudut pandang laki-laki, Sugimori kemudian mengajak sejumlah staf perempuan dari Game Freak, termasuk Atsuko Nishida, untuk bergabung ke timnya. Ditugaskan untuk mengembangkan spesies Pikachu dan garis evolusinya, Nishida pun diberi pedoman khusus untuk mengerjakannya, yakni bahwa spesies tersebut tergolong sebagai Pokémon jenis Electric, yang berevolusi sebanyak dua kali, dan evolusi terakhirnya harus "terlihat kuat".[1] Pikachu pun berevolusi menjadi Raichu melalui penggunaan item "Batu Petir" dari permainan tersebut.[9] Raichu awalnya direncanakan untuk berevolusi menjadi sebuah spesies Pokémon yang diberi nama Gorochu, tetapi rencana tersebut dibatalkan karena keterbatasan ruang katrij.[1] Kemudian dalam seri tersebut, Sugimori menciptakan sebuah Pokémon yang berevolusi menjadi Pikachu dengan nama Pichu untuk melengkapi trinitasnya.[10][11] Nishida mengembangkan sprite Raichu asli dengan menggunakan identitas warna tunggal yang dipilih untuk dapat bekerja dalam batasan perangkat keras dari Super Game Boy.[1][12] Setelah itu, rancangan tersebut difinalisasi oleh Sugimori, yang menjelang akhir pengembangan, menggambar sampul promosi dari seluruh spesies untuk memberi tampilan yang seragam.[2]

Rancangan

Nishida ingin memberi tampilan yang "lembut dan halus" pada Alolan Raichu. Ia juga mendefinisikan cara gerak dari Alolan Raichu, yakni melayang di atas ekornya dan meluncur di atas ekornya seperti menaiki papan seluncur.

Memiliki tinggi 2 kaki 7 inchi (79 cm),[13] Raichu jauh lebih tinggi daripada Pikachu, yang hanya memiliki tinggi 1 kaki 4 inchi (41 cm).[14] Raichu adalah seekor hewan pengerat bipedal dengan telinga dan kaki yang panjang tetapi tangan yang pendek. Karakter ini memiliki kulit berwarna jingga, perut berwarna putih, cakar berwarna coklat, dan tapak kaki berwarna gelap. Sementara itu, telinganya yang bercabang dua berwarna coklat di luar dan kuning di dalam, serta pipi berwarna kuning.[13] Raichu awalnya tidak dimaksudkan untuk didasarkan pada tikus, karena saat itu telah ada Pokémon tikus Rattata, sehingga Raichu didasarkan pada tupai. Nishida menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa saat itu ia terobsesi dengan tupai, karena gerakannya yang "lucu", dan memiliki ide agar Pikachu dan Raichu menyimpan listrik di pipi, sebagaimana tupai menyimpan makanan. Namun, pencipta Pokémon Satoshi Tajiri kemudian memilih untuk mengubah spesies ini menjadi sejenis tikus.[1] Nama Raichu berasal dari kanji Jepang "rai", yang berarti petir, diikuti dengan "chū", yang merupakan onomatopoeia Jepang untuk suara tikus.[13][15]

Pada sekuel Pokémon Sun dan Moon, diperkenalkan Alolan Raichu, yang ditujukan untuk dikaitkan secara tematis dengan wilayah dari permainan tersebut, yang didasarkan pada Hawaii.[16] Menurut direktur permainan Shigeru Ohmori, dari semua varian regional yang diperkenalkan dalam permainan tersebut, Alolan Raichu merupakan yang paling sulit untuk dibuat, karena mereka merasa bahwa Raichu cukup populer di kalangan fans. Tema Alolan Raichu berselancar di atas ekornya dipilih karena banyaknya air yang mengelilingi wilayah dalam permainan tersebut,[17] sebuah konsep yang sebelumnya mereka eksplor dengan Raichu dalam permainan lainnya, Pokémon Stadium.[18] Diminta oleh Sugimori untuk merancang Alolan Raichu, Nishida merasa bahwa rancangan asli Raichu jauh lebih imut daripada yang orang-orang kira, dan ingin mengekspresikannya dengan memberi Alolan Raichu penampilan yang "lembut dan halus". Saat Sugimori bertanya tentang rancangan tersebut, Nishida menjelaskan bahwa "motif di balik rancangan tersebut adalah roti", sebuah pernyataan yang membingungkan Sugimori, karena ia tidak memahami hubungannya. Tim pengembang lalu memberi Alolan Raichu ketertarikan pada panekuk untuk lebih menghubungkannya dengan motifnya, serta "menonjolkan keimutannya".[19] Alolan Raichu diberi jenis sekunder Psychic, serta kemampuan khusus bernama "Peselancar Ombak" yang meningkatkan kecepatannya saat berada di wilayah dengan atribut "Medan Listrik".[17]

Penampilan

Pertama kali muncul dalam Pokémon Red dan Blue, Raichu kemudian tampil dalam sebagian besar judul Pokémon sejak saat itu, termasuk dalam setiap permainan besar.[20] Dalam Red dan Blue, Raichu digunakan oleh Pemimpin Gym Lt. Surge, seorang Pelatih yang bertindak sebagai bos yang harus dikalahkan oleh para pemain untuk dapat melanjutkan permainan.[21] Biasanya, para pemain harus menggunakan item Batu Petir pada Pikachu untuk mengevolusinya menjadi Raichu.[9] Namun, Pikachu yang didapatkan pada permulaan dari Pokémon Yellow dan Pokémon Let's Go Pikachu tidak dapat berevolusi, sehingga harus mendapatkan Pikachu lain, agar dapat dievolusi menjadi Raichu.[22] Meskipun merupakan versi reguler yang didapatktan dari permainan-permainan Pokémon Sun dan Moon, bentuk Alolan-nya dapat didapatkan sebagai gantinya.[23] Keduanya muncul dalam permainan peranti bergerak Pokémon Go dan, dalam media fisik, berada dalam Pokémon Trading Card Game.[24][25][26] Di luar permainan, Raichu tampil pada beberapa keping pernak-pernik, termasuk mainan, patung kecil, dan bahan promosional pada perusahaan-perusahaan seperti Burger King.[27][28] Beberapa darinya dirilis sebagai bagian dari seri produk terkait Pikachu, yang meliputi pakaian, pengisi daya USB, dan mainan khusus yang dirancang untuk mesin capit.[29][30][31]

Dalam anime dan manga terkait, Raichu tampil sebagai pesaing berulang dari Pikachu milik protagonis Ash Ketchum. Mula-mula muncul bersama dengan Lt. Surge, Raichu dengan cepat melampaui Pikachu, membuat Ash memutuskan untuk mengevolusikannya. Namun, Pikachu menolak Batu Petir, dan kembali bertarung dengan Raichu. Memakai kemampuan yang melemahkan Raichu milik Surge, karena Raichu berevolusi terlalu cepat, Pikachu mengalahkan Raichu.[32] Raichu lain muncul dalam film pendek Pikachu's Vacation, yang menampilkan Pikachu bertarung dengannya dan melakukan balapan di sepanjang pulau tempat mereka berada.[33] Dalam episode lainnya, Pikachu berkonflik dengan seekor Alolan Raichu, yang melakukan balapan kala mereka membawa setumpuk pancake.[34] Kemudian dalam seri anime, Raichu betina dimiliki oleh teman Ash, Goh.[35] Raichu diisi suaranya oleh berbagai pengisi suara, yang meliputi Kei Shindō, Fumiko Takekuma, dan Casey Mongillo.[3][4][5]

Sambutan kritis

Reaksi awal terhadap spesies tersebut bersifat negatif karena popularitas Pikachu sebagai maskot seri tersebut, seperti IGN dalam seri artikel mereka "Pokémon of the Day Chick" berpendapat bahwa Raichu "dicintai oleh banyak orang dan dibenci oleh lainnya" dan penyunting GamesRadar+ Brett Elston menambahkan bahwa "mudah untuk melupakan Raichu bahkan kala masih ada".[36][9] Tanggapan berikutnya terhadap Pokémon dari Red dan Blue oleh Nintendo Life menuturkan pernyataan yang lebih positif terhadap spesies tersebut, dengan Jon Cartwright menyebutnya sebagai "langkah kedepan" dari Pikachu. Staf lain dari situs web tersebut sepakat, seperti Alex Olney yang menyebutnya "sangat berperingkat rendah" dan memeringkatkannya lebih tinggi ketimbang Pikachu, sementara Zion Grassl merasa tak adil untuk pemain Pokémon Yellow menolak akses ke Raichu tanpa mengalahkan fitur inti dari permainan tersebut.[37]

Kenneth Shepard dari Kotaku mengkritik penanganan The Pokémon Company terhadap spesies tersebut, menyatakan bahwa mereka akan memakai Raichu sebagai "tas pukul" atau akhirnya tak menggunakannya secara keseluruhan. Ia menyalahkan episode debut Raichu dalam anime Pokémon, merasa bahwa meskipun episode itu sendiri bagus, episode tersebut membantu menghimpun nada untuk bagaimana spesies tersebut disambut oleh penonton, dengan Pikachu menjadi keunggulan dari keduanya. Sambutan negatif Raichu ditujukan pada permainan video Pokémon; meskipun Pikachu akan memberikan barang atau bentuk baru yang disediakan untuk menghimpun keefektifannya, ini dimulai dari Raichu, yang memberikan pesan penjelasan kepada pemain bahwa mengevolusi Pikachu akan memberikan kelemahan atau, dalam beberapa produk, mencegah Pikachu untuk berrevolusi secara keseluruhan.[20] Dalam sebuah artikel untuk Fanbyte, Shepard further menjelaskan bahwa Raichu, dibandingkan dengan evolusi Pokémon akhir lainnya seperti Charizard atau Blastoise, diperlakukan dengan sedikit pengakuan dan menyatakan bahwa "Raichu terasa seperti tak dapat keluar dari bawah bayang-bayang saudara kecilnya, bahkan kala ia menaikinya".[38]

Isaiah McCall dari TheGamer memberikan sentimen serupa, menyatakan bahwa "orang-orang memuja takhta yang dibangun oleh Pikachu, menghiraukan hal apapun yang ditawarkan Raichu", dan mengekspresikan perbandingannya dengan rekasi dari para penggemar. Ia berpendapat bahwa Raichu singkatnya adalah rekanan yang lebih kuat dari Pikachu dan merasa Raichu aakn jauh lebih populer jika karakter tersebut berrevolusi dari Pokémon lainnya.[39] Evan Valentine dari ComicBook.com berpendpaat bahwa meskipun Raichu sangat dbayangi oleh rekanannya yang "lebih kecil, [...] lebih imut", keberadaan dan penggambarannya membantu memberikan penglihatan yang lebih baik terhadap karakter Pikachu dalam anime.[40] Niki Fakhoori dari Screen Rant berujar bahwa meskipun The Pokémon Company berfokus pada Pikachu, Raichu secara keseluruhan lebih efektif dalam adegan kompetitif seri tersebut, kurang membutuhkan dukungan dan dapat memakai sejumlah besar barang. Ia kemudian menyebutnya sebagai salah satu "rancangan terbaik" dari seri tersebut, menyoroti kaki "licin" dan ekor "ikonik" Raichu.[18] Dalam sebuah artikel tahun 2022, ia menyatakan keyakinannya bahwa seri tersebut meninggalkan spesies tersebut.[33]

Sumber lain memberikan pengartina berbeda terhadap persaingan Pikachu dengan bentuk evolusinya, seperti buku La Culture de l'Enfance à l'Heure de la Mondialisation, kala pengarang Pierre Bruno membandingkannya dengan kisah Daud dan Goliat.[41] Dalam buku Japanese Influence on American Children's Television, profesor ilmu sosial Gina O'Melia menyebut perbandingan sifat kekanak-kanakan teridealisasi dari Ash dengaan penolakan Pikachu untuk berubah menjadi Raichu dan bagaimana ini tercantum agar masing-masing dari mereka mendapatkan kekuatan dari keadaan mereka yang lebih muda. Temanya terkadang ia rasa juga merupakan unsur umum dalam media anime lain yang ditujukan pada anak-anak.[42] Wartawan Nicole Hill, dalam sebuah wawancara dengan Kotaku, merasa penolakan Pikachu untuk berrevolusi juga berkaitan dengan komunitas LGBTQ, yang bertindak sebagai contoh ekspresi diri dan identitas diri.[43] Pada karakterisasi, Fakhoori merasa penggambaran berulang Raichu pada anime sebagai "Pokémon berunsur buruk yang dipakai oleh Trainer tidak baik" yang secara signifikan merusak bagaimana spesies tersebut dilihat oleh masyarakat, khususnya dalam sorotan Pikachu yang ditujukan sebagai "kemasukakalan dan kepahlawanan" kala keduanya datang dalam konflik.[33]

Penulis Polygon Allegra Frank menyatakan bahwa bentuk Alolan dari Raichu meraih ketenaran di kalangan penggemar, beberapa dari mereka menghubungkan antara rancangannya dan pancake terutama setelah penampilannya dalam anime Pokémon.[34] Fakhoori mengapresiasikan bagaimana karakter tersebut menghimpun aspek serupa dengan rancangan asli Raichu, menyebut Alolan Raichu sebagai "salah satu bentuk alternatif terimut" sepanjang seri Pokémon, dan ditambahkan tanpa memandang bentuk, merasa bahwa karakter tersebut "selalu berbentuk seperti teman".[18] Di sisi lain, Shepard menyuarakan hal berbeda. Meskipun ia memuji Raichu akhirnya diberi beberapa pengetahuan, ia merasa bahwa perusahaan tersebut berniat untuk mengesampingkan rancangan aslinya. Disamping memuji rancangan pada aspeknya sendiri, ia merasa bentuk tersebut datang sebagai pengingat bahwa "jika Raichu mengambil sorotan apapun" akan menjadi "sejenis kanvas" untuk gagasan-gagasan baru sebagai gantinya.[20]

Referensi

  1. ^ a b c d e f ピカチュウは大福? 初めて明かされる誕生秘話 [Is Pikachu Daifuku? The Secret Story Behind its Creation Revealed for the First Time]. Yomiuri (dalam bahasa Japanese). 2 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Oktober 2023. Diakses tanggal 22 Januari 2024.  English transcript of interview available at "Creator Profile: The Creators of Pikachu". Pokemon.com. 26 Juli 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Agustus 2020. Diakses tanggal 9 Februari 2024. 
  2. ^ a b Ken Sugimori Works (dalam bahasa Japanese). Tankobon Softcover. Januari 2014. hlm. 342–343. ISBN 9784198638061. 
  3. ^ a b ポケットモンスター「伝説ゲット!?水の守護神スイクンを探せ!!」 [Pokémon "Get the Legendary Pokémon?! Search for Suicune, the Guardian of Water!!"]. TV Tokyo (dalam bahasa Japanese). 2021-01-29. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 December 2023. Diakses tanggal 2023-12-27. 
  4. ^ a b "Fumiko Takekuma". Visual Entertainment Plandas (dalam bahasa Japanese). 22 September 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Mei 2022. Diakses tanggal 2023-12-27. 
  5. ^ a b "Casey Mongillo". Gung Ho Bookings. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Januari 2024. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  6. ^ Hilliard, Kyle (25 Desember 2016). "Pokémon Red & Blue – A Look Back At The 20-Year Journey To Catch 'Em All". Game Informer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Oktober 2023. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  7. ^ a b Allison, Anne (May 2006). Millennial Monsters: Japanese Toys and the Global Imagination. University of California Press. hlm. 192–197. ISBN 9780520938991. 
  8. ^ Pokémon Deluxe Essential Handbook. Scholastic Inc. 28 Juli 2015. hlm. 5. ISBN 9780545795661. 
  9. ^ a b c Elston, Brett (2010-09-21). "The Complete Pokemon RBY Pokedex, Part 3, Pokemon Diamond/Pearl DS Features". GamesRadar+. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2015. Diakses tanggal 2010-09-25. 
  10. ^ "Pokémon Breeding". Pocket Games. No. 5. Winter 2001. hlm. 46. ISSN 1524-3567. 
  11. ^ Harris, Craig (2012-05-11). "Pokemon Creators on Platinum". IGN. Diakses tanggal 2024-08-11. 
  12. ^ Morrissy, Kim. "Pokémon Designers Reflect on History of Eevee's Design". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-11-26. Diakses tanggal 18 Agustus 2020. 
  13. ^ a b c "Pokémon Details #026 Raichu". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-04-03. Diakses tanggal 2010-09-25. 
  14. ^ "Pokémon Details #025 Pikachu". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-04-03. Diakses tanggal 2024-09-12. 
  15. ^ Kohler, Chris (2004). Power-up: How Japanese Video Games Gave the World an Extra Life. BradyGames. hlm. 241. ISBN 9780744004243. 
  16. ^ Kickham, Dylan (2016-08-01). "Pokemon Sun and Moon: New Pokemon and Forms Revealed in Teaser". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Januari 2024. Diakses tanggal 2024-01-22. 
  17. ^ a b Loveridge, Sam (2016-10-20). "Guess Which Pokémon Sun/Moon Alola Form was the Hardest to Design". Digital Spy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2023. Diakses tanggal 2023-12-20. 
  18. ^ a b c Fakhoori, Niki (2022-05-20). "Pokémon: Raichu Is Secretly Much Cooler Than Pikachu". Screen Rant. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Mei 2022. Diakses tanggal 2023-12-20. 
  19. ^ The Pokémon Company (Desember 2017). Pokémon Ultra Sun and Pokémon Ultra Moon Edition. Piggyback Interactive. hlm. xxi. ISBN 9781911015437. 
  20. ^ a b c Shepard, Kenneth (2023-11-13). "An Ode To Raichu, The Best Pokémon Who Can't Get Any Respect". Kotaku. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Januari 2024. Diakses tanggal 2023-12-13. 
  21. ^ Fontes, Renan (23 Agustus 2020). "Pokémon Red & Blue: Every Gym Leader's Signature Pokémon (& Their Level)". TheGamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Agustus 2022. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  22. ^ Schlesinger, Hank (December 1999). Pokémon Fever. St. Martin's Paperbacks. hlm. 136, 138–139. ISBN 9780312975302. 
  23. ^ Culafi, Alex (15 November 2016). "Pokemon Sun (3DS) Review". Nintendo World Report. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 30, 2023. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  24. ^ Tapsell, Chris (28 Juni 2019). "Pokémon Go Alolan Pokémon Forms List, How to Get Alolan Raichu, Alolan Marowak and Other Alola Pokémon". Eurogamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Januari 2024. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  25. ^ Lynn, Lottie (4 Januari 2024). "Pokémon Go event Pokémon List: All Costume Pokémon, including Party Hat Pokémon, Flower Crown Pokémon and Every Pikachu Costume Explained". Eurogamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Januari 2024. Diakses tanggal 22 Januari 2024. 
  26. ^ Zalace, Jacqueline (2022-10-12). "Pokemon TCG: The 10 Pokemon With The Most Cards". TheGamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Desember 2022. Diakses tanggal 2023-12-27. 
  27. ^ ポケモン ライチュウのグッズ一覧 1件~40件(全 202件) [Pokemon Raichu Merchandise List: Items 1 to 40 (Total 202 Items)]. PokemonCenter Online (dalam bahasa Japanese). Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Maret 2023. Diakses tanggal 2023-12-27. 
  28. ^ Pokemon Collector's Value Guide. Checker Bee Publishing. April 2000. hlm. 192. ISBN 9781888914887. 
  29. ^ 新たな仲間とともに!アンダーウェアブランド【HIPSHOP(ヒップショップ)】が新たなアイテム「SHINKA SET」を発売!パルデア地方のポケモンたちやピチュー・ピカチュウ・ライチュウの「進化」を楽しもう! [With New friends! Underwear Brand Hipshop has Released a New Item, the "Shinka Set"! Enjoy the Evolution of Pokémon from the Paldea Region, as Well as Pichu, Pikachu, and Raichu!]. Woman.excite (dalam bahasa japanese). 2024-08-02. Diakses tanggal 2024-08-11. 
  30. ^ Anker、「ピチュー」「ピカチュウ」「ライチュウ」USB急速充電器を本日11/10発売 [Anker Releases "Pichu", "Pikachu", and "Raichu" USB Fast Chargers Today on November 10th]. Kakaku.com (dalam bahasa Jepang). 2022-11-10. Diakses tanggal 2024-08-11. 
  31. ^ Karen, Ressler (2016-04-21). "Sleeping Bag Pikachu Toys Add More Eeveelutions, Kanto Starters, Ditto, Raichu". Anime News Network. Diakses tanggal 2024-08-11. 
  32. ^ "TV Show Pokédex". Electronic Gaming Monthly. No. 124. November 1999. hlm. 185. ISSN 1058-918X. 
  33. ^ a b c Fakhoori, Niki (2022-07-11). "Pikachu Ruined One Pokémon Forever". Screen Rant. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Februari 2023. Diakses tanggal 2023-12-20. 
  34. ^ a b Frank, Allegra (2017-02-03). "Pokémon Anime Rekindles Pikachu and Raichu's Rivalry — and a Popular Meme". Polygon. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Desember 2023. Diakses tanggal 2023-12-14. 
  35. ^ Peters, Megan (2020-08-30). "Pokemon Journeys Saves Ash's Pikachu from Evolving with a Twist". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Desember 2023. Diakses tanggal 2023-12-27. 
  36. ^ "Pokemon Crystal Version Pokemon of the Day: Raichu (#26)". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 April 2003. Diakses tanggal 2010-09-25. 
  37. ^ Olney, Alex (2021-12-25). "Feature: We've Ranked All 151 Gen 1 Pokémon And It Nearly Killed Us". NintendoLife. Berlangsung pada 23:35. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Desember 2023. Diakses tanggal 2023-12-05.  (video archive)
  38. ^ Shepard, Kenneth (2021-04-29). "I Am Once Again Asking Game Freak to Put Respect on Raichu's Name". Fanbyte. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 December 2023. Diakses tanggal 2023-12-13. 
  39. ^ McCall, Isaiah (2018-05-16). "10 Classic Pokémon Nobody Should Pick (And 10 That Are Underrated)". TheGamer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Januari 2024. Diakses tanggal 2023-12-13. 
  40. ^ Valentine, Evan (2019-09-19). "Pokemon Fan Brings Raichu to Life with Adorable Plush". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Desember 2023. Diakses tanggal 2023-12-19. 
  41. ^ Bruno, Pierre (2002). La Culture de l'Enfance à l'Heure de la Mondialisation [Childhood Culture in the Age of Globalization] (dalam bahasa French). In Press. hlm. 180. ISBN 9782912404909. 
  42. ^ O'Melia, Gina (Juli 2019). "Chapter 5". Japanese Influence on American Children's Television. Springer International Publishing. hlm. 123, 128. ISBN 9783030174163. 
  43. ^ Shepard, Kenneth (2023-06-26). "Fairy Pokémon Have Become A Queer Calling Card". Kotaku. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 June 2023. Diakses tanggal 2023-12-13. 

Pranala luar